Sasana Kode Alam Boxing Camp Klarifikasi Kemenangan Rafael Soares: Dia Bertanding Atas Nama Kami, Bukan Sasana Lama
OKEINFO.COM, BOGOR - Manajer Sasana Kode Alam Boxing Camp Bogor, Yulius Bhayangkara, SH, MM., memberikan klarifikasi terkait simpang siur pemberitaan mengenai kemenangan atlet tinju Rafael Soraes. Dimana, pihaknya menyayangkan adanya klaim dari pihak lain yang merasa memiliki andil atas kemenangan tersebut.
Manajer Sasana Kode Alam menegaskan, Rafael memang sempat berlatih di sasana lain bernama HWK. Namun, Rafael sudah memutuskan keluar dari sasana tersebut sekitar 8 hingga 9 bulan lalu.
"Sudah hampir setahun dia keluar. Setelah itu dia ketemu dengan coach kami, Pak Denis Firma, di Kode Alam ini," ujarnya kepada awak media di Vila Pasir Muncang, Selasa, (3/11/2026).
Ia menerangkan, pertemuan itu berawal dari keinginan Rafael sendiri. Ia mendatangi Coach Dennis dan menanyakan apakah boleh berlatih di Sasana Kode Alam Boxing Camp.
"Rafael tanya, Pak boleh saya latihan di tempat Bapak, bayar nggak? Pak Dennis bilang, kalau kamu mau latihan serius dan ada niat, saya tidak minta tarif," ungkapnya.
Sejak saat itu, Rafael dilatih langsung oleh Coach Dennis. Hanya dalam waktu 1 hingga 2 bulan latihan intensif, Rafael langsung diikutsertakan dalam kejuaraan tinju di Penjaringan, Jakarta Utara yang diselenggarakan KONI Jakarta Utara.
"Itu kejuaraan pertama dia bersama kami. Dan ternyata apa yang disampaikan di berita sebelumnya bahwa dia tidak bisa juara itu berbanding terbalik dengan kenyataan. Anak ini punya potensi besar, dari cara bertanding, mental, dan jiwa tarungnya memang ada," tegasnya.
Terkait hadiah kemenangan, manajer menegaskan tidak ada sepeser pun yang diambil untuk keuntungan pribadi. Bahkan dirinya harus merogoh kocek pribadi untuk membiayai pertandingan.
"Betul kami dapat hadiah, tapi hadiahnya tidak besar. Dan itu semua kami sumbangkan untuk istri Rafael karena kebetulan Rafael baru saja mendapatkan momongan anak pertama. Saya sebagai manajer pun harus nombok untuk biaya pertandingan. Jadi kalau dibilang kami dapat keuntungan, tidak sama sekali," tegasnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan tujuan didirikannya Sasana Kode Alam Boxing Camp bukan sekadar mencari keuntungan, melainkan untuk menyalurkan talenta muda yang ada di Cigombong khususnya dan Bogor pada umumnya.
"Kami sekarang sedang mempersiapkan dua atlet usia di bawah 17 tahun yang insya Allah akan kami ikutkan di kejuaraan setelah Hari Raya Idul Fitri. Tujuannya agar ada juara-juara baru dari Cigombong dan Caringin yang bisa kami orbitkan hingga ke level Porprov maupun PON mewakili Kabupaten Bogor," pungkasnya.
Pihaknya pun membuka diri untuk melakukan press conference bersama yang melibatkan sasana lama dan Rafael Soares secara langsung agar pemberitaan tidak simpang siur.
"Kami siap press conference bareng-bareng dengan sasana lama dan Rafael, silakan. Supaya jelas dan tidak ada kesalahpahaman," tutupnya.
Ia menegaskan, pihaknya tidak pernah menjelekkan sasana manapun dan tidak pernah menghilangkan histori Rafael yang sebelumnya pernah berlatih di sasana lain. Namun yang perlu digarisbawahi, di kejuaraan kemarin Rafael bertanding di bawah naungan Kode Alam Boxing Camp.
"Sesuai tujuannya, kami ingin membesarkan sasana kami sendiri, dan bisa melahirkan atlet baru terutama dari wilayah Caringin atau Cigombong biar punya nama," tutupnya.
Sementara, Coash Kode Alam Boxing Camp , Denis Firman menjelaskan bahwa kunci kemenangan Rafael adalah disiplin mengikuti semua instruksi pelatih dan mampu menahan emosi di atas ring.
"Kenapa dia bisa menang kemarin? Karena dia disiplin mengikuti arahan pelatih dan bisa kontrol emosi. Itu kunci kemenangannya," tambahnya.
Pihak Kode Alam menyayangkan dengan munculnya berita yang seolah-olah mengklaim Rafael masih menjadi bagian dari sasana lama.
"Ini kan pesta kita. Ibaratnya kita punya pesta, tiba-tiba orang lain muncul ikut nimbrung. Sangat disayangkan. Setelah Rafael menang dan dapat penghargaan, baru ada yang merasa ikut punya kontribusi," ujarnya dengan nada kecewa.
Denis menegaskan, sebelum bergabung dengan Kode Alam, Rafael memang sempat mengikuti beberapa pertandingan namun belum pernah merasakan kemenangan. Bahkan, Rafael sempat mengeluh dan bertanya bagaimana caranya agar bisa menang.
"Dia pernah bilang, gimana caranya supaya saya bisa dimenangkan. Akhirnya kami latih tanpa pamrih. Persiapan 3 bulan dan jasilnya kami menangkan dia jadi juara" tutupnya.
Penulis: Agus


Posting Komentar