Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Tak Ingin Berlarut, SMPN 4 Patarukan Damaikan Kasus Dugaan Bullying Lewat Musyawarah

Dugaan bullying siswa SMPN 4 Petarukan Pemalang dimediasi pihak sekolah di rumah orang tua siswa. Kedua belah pihak sepakat damai.

Kepala SMPN 4 Petarukan Hadi Harnoto mediasi dugaan bullying siswa bersama guru BK dan orang tua di Pemalang

OKEINFO.COM, PEMALANG - Dugaan kasus perundungan (bullying) yang melibatkan siswa SMP Negeri 4 Petarukan, Kabupaten Pemalang, langsung direspons cepat pihak sekolah. 

Tak ingin konflik meluas, pihak sekolah mengambil langkah mediasi dan pendampingan hingga kedua belah pihak sepakat berdamai pada Minggu (1/11/2026).

Mediasi digelar di kediaman orang tua siswa yang diduga menjadi korban, Tuti Wiharti. Hadir langsung Kepala SMPN 4 Petarukan, Hadi Harnoto bersama guru Bimbingan dan Konseling (BK), Nurul, serta para orang tua siswa yang terlibat.

Sekolah Tempuh Jalur Kekeluargaan

Kepala SMPN 4 Petarukan, Hadi Harnoto menegaskan, pihaknya bergerak cepat setelah menerima informasi dugaan bullying tersebut. Penyelesaian dikedepankan secara kekeluargaan dengan tetap mengutamakan pembinaan dan perlindungan terhadap seluruh siswa.

"Kami berupaya menyelesaikan persoalan ini dengan musyawarah dan komunikasi yang baik. Sekolah akan terus melakukan pendampingan melalui guru BK dan wali kelas agar hubungan antar siswa tetap terjaga serta kejadian serupa tidak terulang," ujar Hadi.

Langkah mediasi ini, kata dia, penting untuk meredam potensi perselisihan lanjutan, memulihkan hubungan antarsiswa, sekaligus mencegah munculnya intimidasi maupun aksi balasan di luar sekolah.

Sepakat Damai dan Saling Jaga

Hasil musyawarah kemudian dituangkan dalam surat pernyataan perdamaian yang disepakati dan ditandatangani kedua belah pihak.

Dalam surat tersebut, kedua pihak berkomitmen untuk menjaga hubungan baik, tidak melakukan provokasi, serta menghindari segala tindakan yang dapat memicu konflik baru.

Kesepakatan juga menegaskan pentingnya komunikasi terbuka. Jika di kemudian hari muncul persoalan serupa, penyelesaian akan diupayakan melalui guru BK, wali kelas, dan pihak sekolah, bukan melalui jalur kekerasan atau perselisihan di media sosial.

Tak hanya berdamai, orang tua siswa juga menyatakan siap memperkuat pembinaan dan pengawasan anak di rumah. Sementara pihak sekolah berkomitmen melanjutkan pendampingan intensif melalui guru BK dan wali kelas agar perilaku dan hubungan sosial siswa tetap terpantau.

Prioritaskan Keamanan Siswa

Pihak SMPN 4 Petarukan menegaskan, keamanan dan kenyamanan peserta didik adalah prioritas utama. Dugaan perundungan maupun kekerasan tidak boleh dianggap sepele karena dapat mengganggu keselamatan dan proses belajar siswa.

"Sekolah akan mengambil langkah tegas sesuai tata tertib dan ketentuan yang berlaku apabila pelanggaran serupa kembali terjadi. Kami ingin SMPN 4 Petarukan menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan bebas dari intimidasi," tegas Hadi.

Gerak cepat ini diharapkan menjadi pelajaran bersama. Sinergi antara sekolah dan orang tua dinilai menjadi kunci utama agar lingkungan pendidikan benar-benar menjadi ruang yang aman bagi tumbuh kembang anak.

Perdamaian adalah awal penyelesaian, namun pembinaan, pengawasan, dan perlindungan siswa harus tetap berjalan berkelanjutan.

Penulis: Ragil

Baca Juga:
Tersalin 👍
Tim Redaksi
Tim Redaksi
PariwaraBogor

Berita Terbaru

  • Tak Ingin Berlarut, SMPN 4 Patarukan Damaikan Kasus Dugaan Bullying Lewat Musyawarah
  • Tak Ingin Berlarut, SMPN 4 Patarukan Damaikan Kasus Dugaan Bullying Lewat Musyawarah
  • Tak Ingin Berlarut, SMPN 4 Patarukan Damaikan Kasus Dugaan Bullying Lewat Musyawarah
  • Tak Ingin Berlarut, SMPN 4 Patarukan Damaikan Kasus Dugaan Bullying Lewat Musyawarah
  • Tak Ingin Berlarut, SMPN 4 Patarukan Damaikan Kasus Dugaan Bullying Lewat Musyawarah
  • Tak Ingin Berlarut, SMPN 4 Patarukan Damaikan Kasus Dugaan Bullying Lewat Musyawarah

Posting Komentar