Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Pagar SMPN 3 Ciawi Roboh Timpa Siswa, KNPI Ciawi Soroti Keamanan Sarpras Sekolah


OKEINFO.COM, CIAWI | Insiden robohnya pagar di SMP Negeri 3 Ciawi, Kabupaten Bogor, yang menyebabkan siswa terjatuh mendapat sorotan dari KNPI Kecamatan Ciawi.

Ketua KNPI Ciawi, Muhamad Yusril, S.I.Kom, meminta pihak sekolah tidak menganggap kejadian tersebut sebagai hal sepele. Menurutnya, insiden ini harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh terhadap keselamatan dan kelayakan sarana prasarana (sarpras) sekolah.

Berdasarkan informasi awal, kejadian bermula saat seorang siswa bersandar di pagar sekolah. Pagar tersebut tiba-tiba roboh dan membuat siswa ikut terjatuh. Pihak sekolah menyebut korban sudah mendapat penanganan awal di UKS, namun salah satu siswa yang mengeluh pusing dirujuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD).

“Kami apresiasi penanganan awal terhadap siswa. Tapi persoalannya tidak boleh berhenti di situ. Kalau pagar bisa roboh hanya karena disandari siswa, pertanyaannya bagaimana kondisi pagar sebelumnya dan bagaimana mekanisme pemeriksaan sarpras di sekolah?” tegas Yusril, Senin (6/10/2026).

Yusril menegaskan, keselamatan siswa harus menjadi prioritas utama dalam pengelolaan lingkungan sekolah.

“Jangan sampai kita baru periksa kelayakan fasilitas setelah ada kejadian. Sarpras sekolah itu dipakai setiap hari oleh anak-anak. Aspek keamanan harus diperiksa secara berkala dan serius,” ujarnya.

KNPI, kata Yusril, tidak ingin terburu-buru menyebut insiden tersebut sebagai kelalaian. Namun fakta bahwa fasilitas sekolah roboh hingga menyebabkan siswa terluka harus dijelaskan secara objektif.

“Kami tidak mencari siapa yang salah. Tapi harus ada pertanggungjawaban institusional. Apa penyebab pagar roboh? Apakah sebelumnya sudah ada pemeriksaan? Apakah kondisinya masih layak? Ini harus dijawab,” katanya.

Ia juga meminta pihak sekolah terbuka soal kondisi korban dan penanganan lanjutan pasca-kejadian.

“Kalau ada siswa dibawa ke IGD, kondisi kesehatannya harus dipastikan dan orang tua mendapat informasi yang jelas. Jangan sampai informasinya simpang siur di masyarakat,” ucapnya.

Menurut Yusril, keterbukaan bukan berarti mengakui kesalahan, melainkan bentuk tanggung jawab kepada publik dan orang tua.

“Jelaskan kronologinya, jelaskan penanganannya, dan jelaskan apa yang akan dilakukan agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.

Lebih lanjut, KNPI Ciawi mendorong audit menyeluruh terhadap fasilitas lain di lingkungan SMPN 3 Ciawi yang berpotensi membahayakan siswa, mulai dari pagar, tangga, atap, hingga lapangan.

Yusril juga mengingatkan agar keselamatan peserta didik tidak dikalahkan oleh persoalan administratif maupun citra institusi.

“Jangan menunggu ada korban berikutnya baru bergerak. Keselamatan anak harus jadi prioritas sebelum kejadian, bukan setelah kejadian,” pungkasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, Humas SMPN 3 Ciawi belum memberikan keterangan saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp. Redaksi Okeinfo.com membuka ruang hak jawab dan klarifikasi bagi pihak terkait. (Iwan)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Tim Redaksi
Tim Redaksi
PariwaraBogor

Berita Terbaru

  • Pagar SMPN 3 Ciawi Roboh Timpa Siswa, KNPI Ciawi Soroti Keamanan Sarpras Sekolah
  • Pagar SMPN 3 Ciawi Roboh Timpa Siswa, KNPI Ciawi Soroti Keamanan Sarpras Sekolah
  • Pagar SMPN 3 Ciawi Roboh Timpa Siswa, KNPI Ciawi Soroti Keamanan Sarpras Sekolah
  • Pagar SMPN 3 Ciawi Roboh Timpa Siswa, KNPI Ciawi Soroti Keamanan Sarpras Sekolah
  • Pagar SMPN 3 Ciawi Roboh Timpa Siswa, KNPI Ciawi Soroti Keamanan Sarpras Sekolah
  • Pagar SMPN 3 Ciawi Roboh Timpa Siswa, KNPI Ciawi Soroti Keamanan Sarpras Sekolah

Posting Komentar