Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Justice for Aqib: Puluhan Warga Gelar Aksi Bakar Lilin di Pendopo Pemalang, Tuntut Kematian Siswa SD Diusut Tuntas


OKEINFO.COM, PEMALANG – Puluhan warga yang tergabung dalam Aliansi Justice for Aqib menggelar aksi solidaritas bakar lilin dan doa bersama di kawasan Pendopo Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah, Senin malam (19/10/2016).

Aksi tersebut menjadi bentuk keprihatinan atas meninggalnya Muhammad Hasbi Al Aqib, siswa SDN Kebondalem 01, yang kematiannya dikaitkan dengan dugaan perundungan atau bullying.

Sekitar 50 peserta mengikuti aksi yang berlangsung pukul 19.30 hingga 22.00 WIB. Mereka menyalakan lilin, menaburkan bunga, membacakan puisi, menggelar teatrikal, serta memanjatkan doa untuk almarhum. 

Suasana haru menyelimuti kegiatan yang sekaligus menjadi seruan agar kasus tersebut diusut secara transparan dan berkeadilan.

Aksi tersebut dikawal oleh Koordinator aksi Hamu Fauzi dari Karang Taruna Kabupaten Pemalang, Fadil Nur Sidik mahasiswa ITB Adias Pemalang, serta Khafid Sukron dari Gempar.

Dalam orasinya, perwakilan aliansi Hamu menegaskan, dugaan perundungan yang berujung pada meninggalnya seorang anak tidak boleh dipandang sebagai persoalan sepele.

"Kami meminta seluruh pihak terkait, mulai dari sekolah hingga instansi yang memiliki kewenangan, dievaluasi sesuai peran dan tanggung jawab masing-masing," tegas Hamu.

Aliansi juga mempertanyakan penanganan kasus tersebut, termasuk dugaan adanya pembiaran di lingkungan sekolah. Mereka mendesak Polres Pemalang mengungkap fakta secara menyeluruh agar penyebab dan rangkaian peristiwa yang dialami almarhum dapat diketahui secara terang-benderang.

Selain persoalan dugaan perundungan, peserta aksi juga menyoroti penanganan medis terhadap almarhum. Mereka mendukung pemeriksaan atas dugaan kelalaian medis agar seluruh persoalan yang muncul dapat ditangani berdasarkan bukti dan prosedur hukum yang berlaku.

Sementara itu, tim kuasa hukum melalui Husainda Kusuma, S.H., menyampaikan sejumlah tuntutan. Di antaranya, mendesak penegakan hukum yang adil, meminta keterbukaan informasi terkait penanganan medis, serta menuntut evaluasi terhadap kebijakan perlindungan anak di Kabupaten Pemalang.

Empat tuntutan utama disuarakan dalam aksi tersebut, yakni:

1.  Penegakan hukum yang transparan demi keadilan bagi korban.

2.  Pemeriksaan independen atas dugaan kelalaian medis.

3.  Evaluasi kebijakan Kabupaten Layak Anak.

4.  Pembentukan atau penguatan satuan tugas perlindungan anak yang bekerja secara berkelanjutan.

Menanggapi aspirasi tersebut, Kapolres Pemalang menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Muhammad Hasbi Al Aqib. 

Ia menegaskan bahwa pihaknya memberikan perhatian terhadap kasus tersebut, termasuk melakukan penyidikan terhadap pihak sekolah dan terduga pelaku sesuai proses hukum.

"Kami mengapresiasi masyarakat yang menyampaikan laporan mengenai dugaan persoalan dalam penanganan medis almarhum. Kami Polres Pemalang berkomitmen untuk mengungkap persoalan tersebut secara terbuka dan adil," sebut Kapolres.

Aksi solidaritas ditutup dengan doa bersama dan teatrikal sebagai simbol harapan agar keadilan bagi almarhum dapat terwujud. Seluruh peserta kemudian membubarkan diri dengan tertib. Kegiatan berlangsung aman dan kondusif.

Reporter: Ragil | Editor: Agus

Baca Juga:
Tersalin 👍
Tim Redaksi
Tim Redaksi
PariwaraBogor

Berita Terbaru

  • Justice for Aqib: Puluhan Warga Gelar Aksi Bakar Lilin di Pendopo Pemalang, Tuntut Kematian Siswa SD Diusut Tuntas
  • Justice for Aqib: Puluhan Warga Gelar Aksi Bakar Lilin di Pendopo Pemalang, Tuntut Kematian Siswa SD Diusut Tuntas
  • Justice for Aqib: Puluhan Warga Gelar Aksi Bakar Lilin di Pendopo Pemalang, Tuntut Kematian Siswa SD Diusut Tuntas
  • Justice for Aqib: Puluhan Warga Gelar Aksi Bakar Lilin di Pendopo Pemalang, Tuntut Kematian Siswa SD Diusut Tuntas
  • Justice for Aqib: Puluhan Warga Gelar Aksi Bakar Lilin di Pendopo Pemalang, Tuntut Kematian Siswa SD Diusut Tuntas
  • Justice for Aqib: Puluhan Warga Gelar Aksi Bakar Lilin di Pendopo Pemalang, Tuntut Kematian Siswa SD Diusut Tuntas

Posting Komentar