Fakta di Lapangan Kejanggalan Proyek Hotmix Desa Ciburuy, Camat Cigombong: Hasil Monev Masih Disusun, Kegiatan Belum Serah Terima
OKEINFO.COM, BOGOR - Kejanggalan proyek pembangunan jalan hotmix di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor, semakin terang benderang setelah tim melakukan penelusuran langsung ke lokasi.
Sebelumnya, proyek tersebut diusulkan sepanjang 850 meter dengan rincian pekerjaan yang tercantum dalam Rencana Anggaran Biaya (RAB). Namun, hasil pengukuran Tim Monitoring dan Evaluasi (Monev) Kecamatan bersama hasil cek lapangan Okeinfo.com menemukan fakta berbeda.
Berdasarkan hasil penelusuran di lokasi, tim Monev Kecamatan memberikan tanda pengukuran STA 0+00 yang dimulai tepat dari Jalan Kibaru, yakni di samping Kantor Desa Ciburuy, hingga ujung akhir pengaspalan.
Di titik akhir tersebut tertera angka 0+523. Artinya, panjang jalan hotmix yang benar-benar diaspal hanya 523 meter, bukan 850 meter seperti yang diusulkan.
Kejanggalan tidak berhenti di situ. Saat dilakukan pengecekan ke dua lokasi lain yang tercantum dalam papan informasi proyek, yakni di wilayah Cibandawa dan Cisalopa, tidak ditemukan adanya pekerjaan pengaspalan jalan hotmix sama sekali.
Padahal, dalam papan proyek yang terpasang, dengan jelas tertulis bahwa pekerjaan pengaspalan jalan desa tersebut dilaksanakan di tiga lokasi, yaitu Cibandawa, Kibaru, dan Cisalopa.
Kondisi ini menimbulkan pertanyaan besar. Lantas bagaimana pertanggungjawaban anggaran untuk 327 meter sisanya? Dan di mana realisasi pekerjaan untuk dua lokasi lain yang tertulis di papan proyek?
Jika merujuk pada papan proyek yang menyebut tiga lokasi, namun fakta lapangan hanya ada satu lokasi dengan panjang 523 meter, maka patut diduga ada indikasi mark-up volume dan laporan fiktif dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Selisih sepanjang 327 meter (850 meter - 523 meter) dikali dengan harga satuan hotmix, ditambah dengan tidak adanya pekerjaan di dua lokasi lain, berpotensi menimbulkan kerugian keuangan negara hingga ratusan juta rupiah.
Hingga berita ini diturunkan, Kepala Desa Ciburuy belum dapat dikonfirmasi terkait temuan tersebut. Selain itu, berdasarkan informasi, ketua TPK Desa Ciburuy sudah mengundurkan diri.
Klarifikasi Camat Cigombong, R.E. Irwan Somantri
Terkait temuan dugaan selisih volume proyek hotmix jalan desa di Desa Ciburuy, Kecamatan Cigombong, yang RAB-nya 850 meter namun hasil pengukuran lapangan hanya 523 meter, Camat Cigombong, R.E. Iwan Somantri akhirnya memberikan klarifikasi.
Camat Cigombong menjelaskan alur resmi pelaksanaan Monitoring dan Evaluasi (Monev) yang saat ini sedang berjalan.
Menurutnya, saat ini Tim Monev Kecamatan telah melaksanakan monev di lapangan dan mencatat sejumlah temuan. Temuan-temuan di lapangan tersebut kemudian akan dituangkan dalam berita acara.
"Alurnya, tim monev melaksanakan monev, mereka akan mencatat temuan-temuan di lapangan, dibuat berita acara kemudian dikaji dan dianalisa, croscek dengan perencanaan, baru dibuatkan laporan nota dinas ke camat yang berisi temuan dan rekomendasi," jelas Camat Cigombong kepada Okeinfo.com, Selasa (20/10/2026).
Ia menambahkan, setelah laporan nota dinas tersebut diserahkan, Camat akan mendisposisi hasil temuan tersebut untuk ditindaklanjuti.
"Kemudian kami mendisposisi hasil temuan tersebut. Sementara hasil monev sedang disusun oleh tim, jadi belum ada kesimpulan dulu, dan kegiatan juga belum selesai, belum ada serah terima pekerjaan dari TPK," tegasnya.
Pernyataan Camat tersebut sekaligus menjawab status proyek hotmix di Desa Ciburuy yang sempat menjadi sorotan. Di mana hasil penelusuran lapangan menunjukkan patok STA 0+00 di Jalan Kibaru samping Kantor Desa Ciburuy hingga STA 0+523 di ujung jalan Kibaru.
Sementara dua lokasi lain di papan proyek yakni Cibandawa dan Cisalopa tidak ditemukan pengaspalan. Terlebih di Cisalopa yang ada merupakan jalan lingkungan, bukan jalan desa.
Meski Camat menyebut kegiatan belum selesai dan belum serah terima dari Tim Pelaksana Kegiatan (TPK), publik masih menanti transparansi terkait selisih 327 meter dan ketidaksesuaian lokasi yang tercantum dalam papan proyek yang menyebut pekerjaan di tiga lokasi: Cibandawa, Kibaru, dan Cisalopa.
Okeinfo.com akan terus mengawal hasil resmi Nota Dinas Tim Monev Kecamatan Cigombong terkait proyek tersebut. Pasalnya, kalau memang belum selesai, kenapa papan proyek sudah terpasang seolah-olah ada 3 lokasi?
Okeinfo.com juga akan meminta klarifikasi resmi dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Bogor serta Inspektorat Kabupaten Bogor.
Reporter: Goes




Posting Komentar