Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Atasi Sampah Liar, Warga Batulayang Cisarua Dirikan Pos Pemantauan Sampah


OKEINFO.COM, CISARUA | Masalah pengelolaan sampah yang masih menumpuk, termasuk pembuangan liar ke sungai, mendorong warga Kampung Kareo RT 02/RW 02, Desa Batulayang, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor, mengambil langkah nyata.

Didorong kesadaran bahwa penanganan tidak bisa hanya menunggu bantuan pihak luar, warga bersama-sama mendirikan Pos Pemantauan Sampah yang berfungsi lebih dari sekadar tempat pengawasan.

Pos ini dirancang menjadi pusat pemilahan sampah, pusat edukasi lingkungan, sekaligus ruang berkumpul warga. Inisiatif ini diprakarsai langsung oleh Ketua RT, tokoh agama, tokoh masyarakat, ketua pemuda, dan Karang Taruna setempat, dengan semangat gotong royong mengubah wajah lingkungan.

Mengambil inspirasi dari keberhasilan Bale Iyuh yang berhasil mengubah bekas tempat pembuangan sampah liar menjadi destinasi wisata air, warga Batulayang kini memfokuskan penanganan pada dua titik pembuangan sampah liar yang selama ini menjadi masalah utama di wilayah tersebut.

Kepala Desa Batulayang, Iwan Setiawan saat meninjau lokasi pada Rabu pagi menekankan pentingnya menjaga daerah aliran Sungai Ciliwung sebagai sumber kehidupan.

"Pengelolaan sampah secara mandiri tidak hanya soal kebersihan, tetapi harus memberi nilai: edukasi, ekonomi, dan kebersamaan," ujarnya.

Harapannya jelas, pengelolaan mandiri melalui bank sampah serta pengolahan terpadu dapat memberikan tambahan penghasilan bagi warga, sekaligus membuka peluang pengembangan wisata berbasis lingkungan.

Ia juga menyampaikan bahwa Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam penanganan sampah membutuhkan kesadaran kolektif.

"DLH tidak bisa bekerja sendiri. Warga harus ikut memilah dan mengurangi sampah dari rumah," tegasnya.

Sejumlah alternatif mulai diperkenalkan, seperti pemanfaatan mesin koskir untuk pemilahan sampah, penggunaan maggot untuk sampah organik, serta penjualan plastik daur ulang. Namun, sampah residu tetap menjadi pekerjaan rumah yang belum terpecahkan.

Ke depan, lokasi ini akan dijadikan pusat budidaya maggot sekaligus ditata lingkungannya sebagai Dayeuh Padjajaran. Harapannya, setiap orang yang melintasi jalan alternatif Cipari-Jogjogan akan berpikir dua kali sebelum membuang sampah ke Kali Ciliwung.

"Kawasan ini bukan hanya bersih, tapi juga menjadi simbol budaya lokal yang tertata," tambahnya.

Ketua RT setempat bersama tokoh masyarakat menegaskan komitmen warga untuk memulai dari lingkungan terkecil.

"Sampah harus dibereskan di rumah, jangan menunggu orang lain. Kalau dimulai dari rumah, tidak perlu menunggu diangkut jauh," ungkapnya.

Dengan langkah sederhana, mulai dari memilah sampah, mengurangi plastik sekali pakai, dan mengolah sampah organik, lokasi yang dulunya identik dengan tumpukan sampah diharapkan berubah menjadi destinasi wisata lingkungan yang membanggakan dan menguntungkan semua pihak.

Reporter: Goes


Baca Juga:
Tersalin 👍
Tim Redaksi
Tim Redaksi
PariwaraBogor

Berita Terbaru

  • Atasi Sampah Liar, Warga Batulayang Cisarua Dirikan Pos Pemantauan Sampah
  • Atasi Sampah Liar, Warga Batulayang Cisarua Dirikan Pos Pemantauan Sampah
  • Atasi Sampah Liar, Warga Batulayang Cisarua Dirikan Pos Pemantauan Sampah
  • Atasi Sampah Liar, Warga Batulayang Cisarua Dirikan Pos Pemantauan Sampah
  • Atasi Sampah Liar, Warga Batulayang Cisarua Dirikan Pos Pemantauan Sampah
  • Atasi Sampah Liar, Warga Batulayang Cisarua Dirikan Pos Pemantauan Sampah

Posting Komentar