Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Kejam! Puluhan Siswa SMK Amaliah Ciawi Dilarang Ikut Ujian Gara-gara Tunggak SPP dan DSP


Ciawi | Kebijakan SMK Amaliah Ciawi, Kabupaten Bogor, menuai kecaman. Puluhan siswa dari kelas X hingga XII diduga dilarang mengikuti ujian hanya karena menunggak pembayaran SPP dan Dana Sumbangan Pendidikan (DSP).

Larangan tersebut diberlakukan saat ujian tengah berlangsung sejak Selasa (22/9/2026). Siswa yang belum melunasi tidak diberikan kartu peserta ujian.

Salah seorang orang tua siswa yang enggan disebut namanya, sebut saja Kamandanu, mengungkap para orang tua sebenarnya sudah beritikad baik mencicil tunggakan. Namun pihak keuangan sekolah tetap menolak memberikan kartu ujian.

"Ujian dimulai sejak Selasa (22/9), hingga hari ini para orang tua masih bolak-balik ke bagian keuangan untuk melakukan pembayaran. Tapi ketika sudah bayar SPP sampai September dan mencicil DSP, tetap tidak diberikan kartu," kata Kamandanu, Rabu (23/9/2026).

Ia menyebut pihak sekolah menegaskan tunggakan DSP dan SPP hingga September harus lunas total. Kondisi itu memaksanya mencari pinjaman agar anaknya bisa ikut ujian.

"Sebagai orang tua, bagaimana caranya kita upayakan supaya anak kembali sekolah dan ikut ujian," ujarnya.

Menurut Kamandanu, kebijakan tersebut sangat memukul psikis anaknya yang sedang semangat-semangatnya bersekolah.

"Anak lagi semangat-semangatnya sekolah tapi dipatahin oleh aturan biaya. Minta waktu tapi nggak dikasih kebijaksanaan sama bagian keuangan sekolah," ucapnya.

Keluhan senada disampaikan orang tua siswa lainnya, sebut saja Ramapatih. Ia menilai manajemen SMK Amaliah di bawah Yayasan Pusat Studi Pengembangan Islam Amaliyah Indonesia (YPSPIAI) tidak memiliki empati.

"Manajemen SMK Amaliah sangat kejam, tidak memberikan toleransi. Padahal SMK Amaliah kan penerima dana BOS dari pemerintah. Kebijakannya membuat mental anak-anak jatuh," geramnya.

Ia berharap Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat dan DPRD Jabar turun tangan mengevaluasi kebijakan tersebut.

"Bapak Aing (Gubernur Jabar Dedi Mulyadi) juga harus turun tangan, kasihan masa depan anak-anak kalau sekolah saja terbentur tembok karena masalah uang," tandasnya.

Sementara itu, Plt Camat Ciawi, Denny Kuswara, yang menerima aduan warga langsung mendatangi SMK Amaliah.

Namun, ia tidak berhasil bertemu dengan kepala sekolah maupun ketua yayasan selaku pengambil kebijakan.

"Kita nggak ketemu pimpinannya, baik itu kepsek atau ketua yayasan. Hanya ketemu wali kelas dan bidang kesiswaan, tapi intinya apa yang saya sampaikan terkait aduan masyarakat akan diteruskan ke pimpinan," kata Denny.

Hingga berita ini diterbitkan, manajemen SMK Amaliah belum memberikan klarifikasi. (**)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Tim Redaksi
Tim Redaksi
PariwaraBogor

Berita Terbaru

  • Kejam! Puluhan Siswa SMK Amaliah Ciawi Dilarang Ikut Ujian Gara-gara Tunggak SPP dan DSP
  • Kejam! Puluhan Siswa SMK Amaliah Ciawi Dilarang Ikut Ujian Gara-gara Tunggak SPP dan DSP
  • Kejam! Puluhan Siswa SMK Amaliah Ciawi Dilarang Ikut Ujian Gara-gara Tunggak SPP dan DSP
  • Kejam! Puluhan Siswa SMK Amaliah Ciawi Dilarang Ikut Ujian Gara-gara Tunggak SPP dan DSP
  • Kejam! Puluhan Siswa SMK Amaliah Ciawi Dilarang Ikut Ujian Gara-gara Tunggak SPP dan DSP
  • Kejam! Puluhan Siswa SMK Amaliah Ciawi Dilarang Ikut Ujian Gara-gara Tunggak SPP dan DSP

Posting Komentar