Desakan Pemekaran Kembali Mengemuka, Tomas: Wilayah Selatan Layak Jadi Kabupaten Baru
Bogor | Desakan pemekaran Daerah Otonom Baru (DOB) Kabupaten Bogor Selatan kembali muncul saat digelarnya rapat Focus Group Discussion (FGD) Kajian Pengembangan Wilayah Bogor Selatan di Ruang Rapat IPW Bepperida, Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin 7 September 2026.
Desakan itu muncul dari mantan Kepala Desa Ciherangpondok Saprudin Jepri, salah satu tokoh asal Kecamatan Caringin. Di hadapan peserta rapat ia menyampaikan sejumlah alasan mengapa wilayah Selatan Kabupaten Bogor layak dimekarkan.
"Alasan pertama, yakni aspek demografi atau kependudukan. Di wilayah Selatan yang meliputi Kecamatan Cisarua, Megamendung, Ciawi, Caringin, Cigombong, Cijeruk Ciomas dan Taman Sari saat ini jumlah penduduknya hampir mencapai 785.000 jiwa," ujarnya.
Sambung Jepri, jika bertolak pada regulasi sebelumnya yakni PP 78 Tahun 2007, batas minimal acuan jumlah penduduk untuk membentuk kabupaten baru umumnya sekitar 100.000 jiwa.
"Tentunya dengan jumlah penduduk saat ini, wilayah selatan sudah sangat ideal untuk menjadi sebuah kabupaten. Belum lagi aspek penunjang lainnya seperti sektor pariwisata, pertanian, akses infrastruktur dan sebagainya," paparnya.
Lebih jauh Jepri menuturkan, potensi di sektor pariwisata, wilayah selatan memiliki destinasi wisata bertaraf Internasional yaitu kawasan Puncak. Selain terkenal hingga ke mancanegara, juga menjadi destinasi wisata penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Bogor yang sangat besar.
"Bukan hanya Puncak, wilayah Cigombong dan Caringin juga ada KEK (Kawasan Ekonomi Khusus) Lido Cigombong dan caringin dengan luas sekitar 1.040 Hektar dan rencana pengembangan kedepan sekitar 3000 hektar. Dan itu terfokus pada pariwisata serta industri kreatif berstandar internasional. sebagaimana telah ditetap kan dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 69 Tahun 2021," Jelas mantan Ketua APDESI Kabupaten Bogor tersebut
Salah satu item PAD yakni dari Pajak dan Pendapatan Mandiri seperti sektor hotel, resort, restoran, cafe ( f&b ) dan tempat rekreasi di jalur selatan menurutnya telah memberi kontribusi fiskal yang kuat untuk menopang kemandirian daerah baru.
Masih soal potensi pariwisata di wilayah selatan, kecamatan Caringin sebagai sentral wisata arung jeram atau rafting juga menjadi potensi yang memiliki daya tarik tersendiri. Di wilayah ini ada sekitar 16 operator rafting yang beroperasi dan menggunakan permukaan aliran sungai Cisadane sebagai penunjang utama aktivitas wisata air. Belum lagi puluhan resort, cafe, glamping, villa dan lainnya yang dikomersilkan dan telah menyumbangkan lendapatan baik berupa pajak maupun restribusi kepada Pemkab Bogor.
Karena itu, Jepri pun mempertanyakan dukungan dalam bentuk apa yang akan diberikan pemerintah daerah kepada para pelaku usaha agar wisata semakin berkembang dan menjadi destinasi wisata yang bisa lebih dikenal, tak hanya lingkup nasional, namun di mata dunia.
"Jadi ringkasnya, jangan hanya urusan pajak nya saja yang dibebankan, tapi feedback dari pemerintah daerah juga harus jelas. Termasuk regulasi apa yang akan diterapkan agar pengelola memiliki standarisasi baku," tegasnya.
Tak hanya soal pariwisata, ia pun turut menyoroti sektor pendidikan, khususnya jenjang SLTA. Contohnya di Caringin, saat ini hanya memiliki satu SMA Negeri, sementara animo calon siswa begitu tinggi untuk bersekolah di SMA Negeri 1Caringin.
"Seperti tahun ini, jumlah pendaftar di Caringin saja mencapai 2300 lebih, namun dengan kuota SPMB tahun ini hanya sekitar 350 lebih. Bukan itu saja, aturan atau sistem masuk sekolah pun dianggap semakin menyulitkan. Alhasil, ribuan calon siswa pun gagal masuk dan hanya menyisakan kekecewaan bagi mereka dan para orang tua. Ironisnya, hal itu terus beulang setiap tahunnya," tandasnya.
Karena itu penambahan SMA negeri merupakan solusi dan hal mutlak yang harus direalisasikan oleh Pemkab Bogor. Minimal dalam satu kecamatan itu dibutuhkan tiga SMA Negeri.
Selatan Butuh Tambahan RSUD
Tak hanya itu, ia juga turut menyoroti soal fasilitas kesehatan yang dinilainya tak sesuai dengan jumlah penduduk di wilayah selatan. Saat ini hanya ada satu rumah sakit yakni RS KH Idham Chalid Ciawi, sementara jumlah pasien yang perlu penangan serius setiap hari nya begitu tinggi. Jumlah layanan ruangan nya pun masih sangat terbatas. Sehingga hampir setiap hari muncul keluhan dari masyarakat tentang minimnya pelayanan di RS milik Pemkab Bogor tersebut.
"Tenaga kesehatan dan ruangan juga masih kurang. Dan persoalan utamanya adalah jumlah RS daerah harus ditambah. Harapan kami setidak nya di wilayah selatan ini minimal bisa dibangun tiga atau empat RSUD," pungkasnya.
Terakhir, sambung dia, nilai PAD dari wilayah Bogor Selatan yang relatif besar ke kas daerah Kabupaten Bogor, ditambah dengan bantuan dari pusat dan pemerintah Provinsi Jawa Barat, sangat mungkin untuk direalisasikan.


Posting Komentar