Iklan - Scroll ke bawah untuk melanjutkan

Dukung Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Ketahanan Pangan, SMPN 2 Kemang Budidayakan Ayam Petelur


Bogor | SMP Negeri 2 Kemang, Kecamatan Kemang, Kabupaten Bogor, menerapkan inovasi budidaya ayam petelur sebagai bagian dari upaya meraih predikat Sekolah Adiwiyata Mandiri sekaligus mendukung program ketahanan pangan di lingkungan sekolah.

Kepala SMPN 2 Kemang, Ismail Latif menjelaskan bahwa kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kriteria penilaian Adiwiyata Mandiri yang menekankan aspek keanekaragaman hayati.

"Kami memelihara ayam petelur untuk menopang kegiatan sekolah karena kami masuk nominasi Sekolah Adiwiyata Mandiri. Dalam Adiwiyata Mandiri terdapat poin keanekaragaman hayati," ujar Ismail saat ditemui media, Rabu (26/8/2026).

Sebelumnya, pihak sekolah juga pernah memelihara burung, namun kurang memberikan hasil.

"Makanya kami mencoba budidaya ayam petelur. Dari budidaya tersebut, sekolah mendapatkan dua keuntungan sekaligus yaitu telur dan kotoran ayam," katanya.

Ia menerangkan, dari budidaya tersebut telur yang dihasilkan dijual kepada guru-guru, sedangkan kotoran ayam diolah menjadi pupuk organik berkualitas.

"Kotoran ayam dikubur selama dua minggu menggunakan cairan M4 hingga terurai sempurna. Setelah itu dikemas per karung berisi 5 kilogram dan dijual kepada para penanam pohon," jelas Ismail.

Kegiatan ini juga menjadi langkah nyata mendukung ketahanan pangan di sekolah. Hasil penjualan telur dan pupuk dapat digunakan untuk kebutuhan konsumsi maupun operasional sekolah.

"Kalau guru-guru ada kegiatan, makanan sudah bisa disiapkan dari hasil budidaya ini. Anak-anak pun bisa melihat langsung hasilnya, telurnya sudah mulai ada," tambahnya.

Secara rinci, sekolah memelihara 48 ekor ayam dengan harga per ekor Rp125.000, dan biaya pembuatan kandang mencapai Rp3 juta.

Setiap dua minggu, kotoran ayam yang dihasilkan sebanyak 380 karung. Sementara produksi telur rata-rata 48 butir per hari, setara dengan produksi satu butir telur per ekor ayam setiap harinya.

Ismail berharap kegiatan ini tidak hanya menjadi syarat pencapaian Adiwiyata, tetapi juga membentuk pola kemandirian dan wawasan wiyata mandala bagi seluruh warga sekolah.

"Kami ingin membuktikan bahwa sekolah bisa mandiri. Hasil penjualan telur dan pupuk ini menjadi bukti nyata bahwa kegiatan lingkungan hidup juga bisa bermanfaat secara ekonomi dan pendidikan," pungkasnya. (Imas)

Baca Juga:
Tersalin 👍
Redaksi
Redaksi
PariwaraBogor

Berita Terbaru

  • Dukung Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Ketahanan Pangan, SMPN 2 Kemang Budidayakan Ayam Petelur
  • Dukung Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Ketahanan Pangan, SMPN 2 Kemang Budidayakan Ayam Petelur
  • Dukung Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Ketahanan Pangan, SMPN 2 Kemang Budidayakan Ayam Petelur
  • Dukung Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Ketahanan Pangan, SMPN 2 Kemang Budidayakan Ayam Petelur
  • Dukung Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Ketahanan Pangan, SMPN 2 Kemang Budidayakan Ayam Petelur
  • Dukung Sekolah Adiwiyata Mandiri dan Ketahanan Pangan, SMPN 2 Kemang Budidayakan Ayam Petelur

Posting Komentar