Dinkes Sumut dan Polisi Selidiki Dugaan Keracunan Massal Program Makan Bergizi Gratis di Karo
Karo | Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara bersama aparat kepolisian setempat tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait dugaan keracunan massal yang menimpa ratusan siswa di Kabupaten Karo.
Insiden yang terjadi usai mengonsumsi hidangan program Makan Bergizi Gratis (MBG) ini mengakibatkan satu siswi SMAN 1 Berastagi, Krismas Dayanti br Sihite, harus dirujuk ke Rumah Sakit Haji Medan akibat mengalami gangguan saraf serius.
Berdasarkan data yang dihimpun, peristiwa ini bermula pada Kamis, 13 Agustus 2026, ketika lebih dari 350 siswa dilarikan ke sejumlah rumah sakit setelah mengonsumsi makanan yang disediakan pihak katering program MBG.
Sejumlah siswa yang menjadi korban memberikan kesaksian bahwa lauk ikan yang disajikan diduga sudah tidak layak konsumsi karena mengeluarkan aroma tidak sedap dan rasa asam.
Tak lama setelah mengonsumsi makanan tersebut, para siswa mengalami gejala medis seperti pusing, mual, nyeri perut hebat, hingga kejang-kejang.
Kondisi paling kritis dialami oleh Krismas Dayanti br Sihite. Orang tua korban, Bapak Sihite, mengungkapkan bahwa putrinya saat ini dalam kondisi linglung dan mengalami kaku pada bagian leher sehingga sulit menelan.
Berdasarkan diagnosis awal tim medis, zat beracun dari makanan tersebut telah memengaruhi sistem saraf otak korban.
Akibat kondisi yang membutuhkan penanganan medis tingkat tinggi, Krismas dipindahkan dari RS Efarina ke RS Haji Medan. Sementara itu, satu siswa lainnya dilaporkan turut dirujuk ke RS Bina Kasih Medan.
Insiden ini berdampak besar pada sosial ekonomi keluarga korban. Bapak Sihite, yang berstatus sebagai orang tua tunggal setelah sang istri wafat, terpaksa berhenti bekerja sementara waktu demi menjaga putrinya secara penuh di rumah sakit.
Guna meringankan beban operasional keluarga selama masa perawatan, organisasi masyarakat Macab LMP Karo telah menyalurkan bantuan dana darurat kepada pihak keluarga.
Saat ini, Dinas Kesehatan Sumatera Utara dan pihak Kepolisian Resor Tanah Karo telah mengamankan sampel makanan dari lokasi kejadian untuk diuji secara klinis di laboratorium laboratorium forensik.
Investigasi difokuskan pada pengawasan mutu bahan baku serta kepatuhan standar higienitas dari pihak penyedia jasa katering yang ditunjuk sebagai penanggung jawab suplai makanan.
Pihak keluarga bersama perwakilan masyarakat mendesak pemerintah dan aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas rantai pasok dan realisasi anggaran program ini secara transparan.
Negara diharapkan memberikan pengawasan ketat terhadap program MBG serta memberikan kompensasi penuh atas seluruh biaya pengobatan dan pemulihan para korban hingga kembali pulih. (A.Nst)


Posting Komentar